Khabib Nurmagomedov Tertekan Jadi Petarung Sukses

Keberhasilan Khabib Nurmagomedov sebagai petarung di dalam kelas ringan UFC telah mengantarkannya menjadi sosok yang populer dan disukai banyak orang. Namun tidak sejalan dengan kesuksesannya, ternyata Khabib mengakui dirinya mengalami stress serta tertekan dengan keadaan yang seperti itu. Dengan menjadi sosok yang terkenal membuat khabib tak ingin kembali menjadi pemain UFC setelah memutuskan untuk pensiun sejak sang ayah meninggal dan ibunya tak ingin khabib jadi petarung.

Kalahkan McGregor, Khabib Jadi Populer

Kemenangan Khabib atas Conor McGregor menjadi salah satu batu loncatan dirinya menjadi pemain populer di ajang UFC. Kemenangan itu terjadi pada Bulan Oktober 2018 di ajang UFC 229. Sejak saat itu kehidupan Khabib indotogel menjadi berubah 180 derajat. Ternyata popularitas yang diinginkan oleh semua orang tidak berlaku bagi Khabib. Buktinya diapun sudah pensiun dan tidak ada kabar bahwa dirinya akan kembali di dalam dunia UFC. Meskipun kondisinya masih sehat dan bugar tapi keinginan untuk kembali ke dalam arena tidak ada kabar sama sekali.

Khabib menjadi salah satu atlet dan petarung yang terkenal di dunia. Kondisi tidak sesuai dengan keinginan pribadinya. Justru, Khabib nurmagomedov mengalami stress dan merasa tertekan. Dirinya berharap bisa kembali menjalani kehidupan yang normal. Setelah sang ayah meninggal, akhirnya Khabib memutuskan untuk meninggalkan dunia UFC dan fokus bersama dengan ibunya menjalani hari hari sebagai manusia normal biasa. Meskipun begitu, masih banyak penggemar yang berharap bahwa suatu hari nanti Khabib bisa kembali ke arena.

Dalam sebuah wawancara, khabib mengatakan bahwa kehidupan di mata publik membuat dirinya merasa stress. Dia ingin memiliki kehidupan biasa seperti yang dia miliki sepuluh tahun yang lalu. Tetapi karena sudah memiliki gelar juara dunia dari pertarungan yang sudah dijalani maka mau tidak mau khabib sudah dikenal di berbagai penjuru dunia sebagai petarung ahli di ajang UFC. Dirinya menyadari bahwa ketenaran adalah bagian dari kesuksesan yang dia miliki namun dia tidak pernah menyangkan bahwa kehidupannya akan menjadi seperti ini.

Khabib Merasa Kehidupannya tidak tenang

Kesuksesan yang dialami oleh Khabib Nurmagomedov adalah kesuksesan yang harus dinikmati bersama dengan ketenaran yang ada di dalamnya. Namun dirinya ingin kembali ke kehidupan yang tenang sebelum dirinya terkenal. Kini dirinya sudah memutuskan pensiun di usia 32 tahun dan tidak ada rencana untuk kembali dari masa pensiunnya sebagai petarung. Dia tidak tertarik untuk menjalani latihan eras dan memantaskan diri untuk bisa fokus berlatih lalu menang di ajang tarung yang dilaksanakna di Octagon.

Khabib mengatakan bahwa setiap pagi dirinya menjalani latihan hingga sore sampai badannya terasa sangat letih. Seringkali dirinya memaksakan diri hingga akhirnya merasa stress dan merasa sangat tidak mampu. Akhrinya dirinya memutuskan untuk menjalani hari hari biasa di dalam hidupnya. Dia bisa menjalani kehidupan untuk bisa bersama dengan ibunya, tidur sejenak sebelum makan siang dan menjalani hobi. Dirinya tidak ingin fokus 100 persen ke dalam kehidupan olahraga seperti yang selama ini dia jalankan. Khabib memutuskan untuk pensiun dari UFC setelah mengalahkan Justin Gaethje pada UFC 254 bulan Oktober 2020. Khabib Nurmagomedov adalah pemain rusia yang sudah sangat populer dan dirinya sangat senang jika saat bertanding ada ayah yang menghadiri. Sejak meninggalnya Abdulmanap Nurmagomedov, dirinya memutuskan untuk tidak lagi bertarung dan hanya ingin menemani ibunya dengan kehidupan biasa.

Sikap Tidak Profesional Marcus Thuram Berujung Sanksi Berat

Dalam pertandingan sepak bola, para pemain tidak hanya dituntut untuk memiliki penguasaan keterampilan bermain bola, tapi juga bagaimana mereka bisa mengontrol diri. Jika tidak bisa melakukannya, ini akan menghasilkan lebih banyak kejadian tak pantas seperti yang dilakukan oleh Marcus Thuram di pertandingan kemarin. Dia meludahi salah satu pemain lawan dan mendapat sanksi tegas karenanya.

Marcus adalah pemain penyerang milik Borussia Moenchengladbach dan kini harus menjalani larangan bermain sebanyak enam laga setelah melakukan perbuatan tidak terpuju tersebut. Media s7slot juga sudah memberitakan bahwa dia mendapatkan hukuman ganda, yaitu berupa denda dan sanksi larangan bermain.

Seputar Sanksi Marcus Thuram

Membawa nama besar mantan pemain bertahan tim Prancis (Lilian Thuram), Marcus tentu telah membuat malu ayahnya. Nominal denda yang harus dibayar juga tidak main-main, yaitu sekitar Rp. 695 juta atau 40 ribu Euro. Dari keenam laga larangan bermain, 5 di antaranya adalah di kompetisi Bundesliga. Sisanya adalah pada pertandingan piala.

Kejadian memalukan tersebut terjadi di akhir pekan lalu di Borussia Park. Marcus meludahi wajah Stefan Posch, yang mana merupakan pemain bertaham tim Hoffenheim ketika pertandingan berlangsung. Sebelumnya, kedua pemain berduel bola dan sempat membuat Stefan tersungkur. Insiden ludah tersebut terjadi di menit ke-78!

Wasit segera mendatangi kedua pemain untuk mencari tahu kronologi kejadian. Setelah dinyatakan bersalah, Marcus mendapat kartu merah dan dikeluarkan dari permainan. Kejadian memang berlangsung cepat dan mungkin tidak ada saksi yang melihatnya secara langsung. Berkat bantuan teknologi VAR, terlihat jelas kejadian sebenarnya.

Karena insiden yang terjadi, Thuram mendapatkan banyak kritik yang datang dari berbagai pihak. Akhirnya, pihak Federasi Sepak Bola Jerman memberi sanksi tegas kepadanya. Ini juga terkait karena memang masih berada di masa Pandemi Covid-19. Aksi Marcus Thuram tersebut digolongkan sebagai tindakan berbahaya dan dapat menularkan virus secara langsung.

Pernyataan Tim dan Marcus Thuram

Pihak tim mengatakan bahwa mereka telah memberi sanksi internal kepada pemain yang berusia 23 tahun tersebut. Ini termasuk denda atau potong gaji selama sebulan. Gaji yang dianulir tersebut akan disumbangkan ke pihak yang membutuhkan. Bagaimana dengan sang pemain? Menurut informasi, dirinya sudah minta maaf dan menyesali perbuatan tersebut. Ini dapat dilihat pada akun sosial media.

Berdasarkan informasi di sosial media milik sang pemain, dia sudah mengucapkan minta maaf kepada semua pihak, terutama pada Posch. Dia bahkan menyesal karena membuat banyak orang terdekatnya kecewa karena insiden yang terjadi. Sang pemain juga siap menanggung semua hukuman dan kerugian yang ditujukan pada dirinya.

Jika terkait dengan denda yang harus dibayar, informasi masih simpang siur. Kabar terakhir mengatakan bahwa Marcus harus mengelurkan tidak kurang dari 150 Euro, yang merupakan rekor baru untuk sanksi terbesar yang pernah dikeluarkan tim Gladbach kepada pemainnya.

Max Eberl selaku direktur klub Gladbach mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan pribadi dengan Marcus. Menurutnya, sang pemain sudah benar-benar merasa bersalah dan menyesali perbuatannya. Max mengimbuhkan bahwa tindakan yang dilakukan pemain muda tersebut dilandasi emosi sesaat dan bukan direncanakan. Jika melihat insiden seperti yang dilakukan oleh Marcus Thuram di laga sepak bola, tentu para penonton akan merasa kecewa. Namun, ini bukan satu-satunya kejadian yang pernah ada. Beberapa pemain juga pernah melakukan hal serupa, seperti Fabien Barthez, El-Hadji Diouf, Patrick Viera, Francesco Totti, Christiano Ronaldo, dan lain sebagainya. Entah situasi apa yang terjadi di lapangan sehingga menjerumuskan para pemain hebat tersebut melakukan sebuah tindakan memalukan.

Juventus disebut Menyembunyikan Konflik Antara Sarri dan Ronaldo

Kabar datang dari mantan pemain Timnas Italia, Antonio Cassano yang menilai bahwa konflik yang terjadi antara Cristiano Ronaldo dan Maurizio Sarri ditutup rapat-rapat oleh Juventus. Dan ia menilai bahwa apa yang diusahakan oleh Juventus itu berhasil dilakukannya.

Juventus Tutupi Rapat-Rapat Konflik Ronaldo dan Sarri: Menurut Cassano

Cassano menganggap bahwa penurunan performa Ronaldo ada kaitannya dengan situasi tidak harmonis antara CR7 dengan pelatihnya itu. Situasi ini lah yang diyakini oleh Cassano sampai sekarang. Ia meyakini bahwa situasi ini bermula ketika Sarri menarik Ronaldo keluar dari lapangan dua kali.

“Saya rasa Cristiano punya masalah besar dengan Sarri. Semua berawal dari dua kali pergantian yang tentunya mengganggu pemain dengan kualitas seperti dia,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

“Dalam pandangan saya, ada masalah di antara mereka dan Juventus melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan tetap membuatnya tetap tersembunyi,” imbuhnya lagi.

Ronaldo memang terlihat sangat amat kecewa saat dirinya ditarik keluar oleh Sarri. Akan tetapi, mantan pelatih Chelsea tersebut tidak mau memperpanjang masalah dengan mengatakan kekecewaan Ronaldo justru menjadi kabar bagus.

Selepas momen tersebut, Sarri memang terus menerus memebrikan kepercayaan pada Ronaldo, termasuk saat turun bermain melawan Sassudo, tepatnya akhir pekan kemarin. Dalam laga melawan Sassudo, Ronaldo berhasil mencetak gol. Namun Juventus harus puas saja dengan hasil imbang yaitu 2-2 di akhir pertandingan tersebut/

Di laga tersebut, bisa dikatakan bahwa performa Buffon pun mendapatkan kritikan. Akan tetapi Cassano menganggap 2 gol yang bersarang di gawang Juventus bukan lah semata-mata karena kesalahan Buffon. “Buffon memang seharusnya bermain karena ia lebih hebat dibandingkan dengan Szczesny yang selalu menjadi cadangan di Arsenal,” ungkapnya.

“Ketika kita berbicara tentang kesalahan Buffon, kita juga harus berbicara tentang kesalahan De Light,” tukas mantanp pemain AC Milan dan AS Roma itu.

Juventus Gagal Teruskan Tren Sempurna di Kandang Sendiri

Memang akhir-akhir ini Juventus menjadi buah bibir kalangan pecinta sepak bola. Tak Cuma karena konfik internal result sgp yang terjadi antara Ronaldo dan Sarri, namun juga karena performanya. Juventus gagal melanjutkan tren sempurnanya di kandangnya sendiri tepatnya di Stadion Allianz. Setelah hanya bermain imbang melawan Sassuolo di laga Liga Italia.

Juventus juga harus puas dengan catatan 1 poin dari laga melawan Sassuolo setelah sempat unggul lewat sumbangan gol Leonardo Bonucci. Namun setelah itu, mereka malah kebobolan dengan 2 gol yang disumbangkan oleh Jeremie Boga dan Francesco Caputo.

Bianconeri pada akhirnya memastikan hasil serinya lewat gol penalty yang dipercayakan pada CR7 di menit ke-68. Dilansir dari CNN Indonesia juga, laga ini merupakan kali pertamanya bagi Juventus gagal menang di kandangnya sendiri dalam seluruh kompetisi yang dimainkannya di musim ini.

Kegagalan ini pasalnya juga membuat Juventus tergusur menuju ke posisi dua klasemen sementara di ajang Liga Italia karena Inter Milan menang melawan SIPAL pekan ini. Hasil ini juga menjadi hasil yang bersejarah untuk Sassulo. Hal ini dikarenakan ini kali pertama bagi Sassuolo mencuri poin di markas Juventus di laga Liga Italia ini.

Sassuolo juga mencatat hasil spektakuler seiring dengan keberhasilan mereka 2 kali membobol gawang Bianconeri. Sassuolo pun jadi tim ketiga yang mampu mencetak 2 gol ke gawang milik Juventus setelah sebelumnya hanya Atletico Madrid dan Napoli saja.

Kartu Merah Warnai Madura United vs Persebaya Surabaya

Lima gol akhirnya tercipta dalam laga Derbi Suramadu yang mempertemukan Madura United kontra Persebaya Surabaya yang berakhir untuk kemenangan tim tamu, skornya 2-3. Laga yang dilangsungkan di Gelora Bangkalan, Senin (2/12) ini sempat diwarnai dengan sejumlah kejadian yang tak terduga.

Kartu Merah Mewarnai Laga

Derbi Suramadu sendiri adalah laga lanjutan dari Liga 1 2019 pekan ke-30. Persebaya Surabaya sendiri unggul lebih dulu lewat gol David da Silva di babak pertamanya, tepatnya di menit ke-16. Termasuk gol yang masuk di awal babak.

Di babak kedua, kemudian Madura United sempat berbalik unggul. Mereka kemudian membuat 2 gol dari dua pemain yang berbeda yaitu Aleksander Rakic (di menit ke-52), dan juga pemain pengganti, Alberto Goncalves (di menit ke-59).

Lalu seolah tak mau ketinggalan, David da Silva kemudian toto sgp kembali lagi membuat gol. Dengan golnya itu, kemudian kedudukan mejadi sama dengan skor 2-2 di menit ke-88. Ifran Jaya pada akhirnya keluar sebagai pahlawan dengan menyarangkan gol kemenangannya untuk Persebaya Surabaya di menit ke-88.

Derbi Suramadu ini pasalnya sempat diwarnai dengan kartu merah yang diberikan sang wasit kepada Greg Nwokolo. Kartu merah itu diberikan pada penyerang Madura United tersebut karena melakukan protes keras yang dinilai tidak pantas.

Jalannya Pertandingan Madura United vs Persebaya Surabaya

Madura United dan juga Persebaya Surabaya pasalnya langsung menggencarkan serangan mereka di awal babak pertama. Persebaya pasalnya lebih banyak membangun serangan melalui sisi kirinya dalam 10 menit di awal pertandingan. Di menit ke-11, Diogo Campos membuat gretakan pada kipper Muhammad Ridho melalui tendangan bebas dari sisi kiri penyerangan Persebaya.

Tendangan Diogo Campos tersebut mengarah ke gawang langsung, namun bisa dihalau oleh Muhammad Ridho. Kemudian David da Silva berhasil membukukan keunggulan sementara setelah dirinya membuat gol di menit ke-16. Awalnya adalah blunder dari bek Madura. Alfath Fathier, yang mana kehilangan bola yang kemudian dicuri oleh Diogo.

Diogo langsung saja mengoper bola ke Rendi Irawan Saputra yang berada di tengah pada saat itu. Dua pemain belakang Madura akhirnya melawan tiga penyerang Persebaya itu. Rendi yang mana membawa bola kemudian memilih untuk menendangnya sendiri, namun masih bisa diblok oleh bek Ante Bakmaz.

Bola kemudian memantul ke armah kaki David da Silva. Dan tanpa pikir panjang kemudian ia menyontek bola dan sukses menyarangkan golnya. Madura United kemudian mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas tidak jauh dari kotak penalty Persebaya.

Diego Assis yang mana turun sebagai penendang masih belum berhasil juga karena tendangannya mengarah ke pagar hidup yang mana dibuat oleh Persebaya. Skor 1-0 kemudian untuk keunggulan Persebaya bertahan sampai istirahat antara babak pertama dan kedua.

Dengan kondisi yang bisa dikatakan tertinggal. Madura United pun bermain menekan di awal babak kedua. Serangan demi serangan diberikan dari sector kanan dan kiri dan digeber terus oleh Muhammad Ridho dkk. Akhirnya usahanya berbuah manis dengan gol dari Aleksander Rakic setelah memenangi duel dengan koper Miswah Saputra.

Semenjak skor imbang, permainan jadi makin panas. Akhirnya tuan rumah berhasil unggul di menit ke-60 setelah gol cantik pengganti dari Alberto Goncalves. Jelang menit ke-80, Greg Nwokolo diusir oleh wasit dengan kartu merah karena protes keras yang dilakukannya dianggap tak pantas. Dan akhirnya Madura United kebobolan 2 menit setelahnya.