Juventus disebut Menyembunyikan Konflik Antara Sarri dan Ronaldo

Kabar datang dari mantan pemain Timnas Italia, Antonio Cassano yang menilai bahwa konflik yang terjadi antara Cristiano Ronaldo dan Maurizio Sarri ditutup rapat-rapat oleh Juventus. Dan ia menilai bahwa apa yang diusahakan oleh Juventus itu berhasil dilakukannya.

Juventus Tutupi Rapat-Rapat Konflik Ronaldo dan Sarri: Menurut Cassano

Cassano menganggap bahwa penurunan performa Ronaldo ada kaitannya dengan situasi tidak harmonis antara CR7 dengan pelatihnya itu. Situasi ini lah yang diyakini oleh Cassano sampai sekarang. Ia meyakini bahwa situasi ini bermula ketika Sarri menarik Ronaldo keluar dari lapangan dua kali.

“Saya rasa Cristiano punya masalah besar dengan Sarri. Semua berawal dari dua kali pergantian yang tentunya mengganggu pemain dengan kualitas seperti dia,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

“Dalam pandangan saya, ada masalah di antara mereka dan Juventus melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan tetap membuatnya tetap tersembunyi,” imbuhnya lagi.

Ronaldo memang terlihat sangat amat kecewa saat dirinya ditarik keluar oleh Sarri. Akan tetapi, mantan pelatih Chelsea tersebut tidak mau memperpanjang masalah dengan mengatakan kekecewaan Ronaldo justru menjadi kabar bagus.

Selepas momen tersebut, Sarri memang terus menerus memebrikan kepercayaan pada Ronaldo, termasuk saat turun bermain melawan Sassudo, tepatnya akhir pekan kemarin. Dalam laga melawan Sassudo, Ronaldo berhasil mencetak gol. Namun Juventus harus puas saja dengan hasil imbang yaitu 2-2 di akhir pertandingan tersebut/

Di laga tersebut, bisa dikatakan bahwa performa Buffon pun mendapatkan kritikan. Akan tetapi Cassano menganggap 2 gol yang bersarang di gawang Juventus bukan lah semata-mata karena kesalahan Buffon. “Buffon memang seharusnya bermain karena ia lebih hebat dibandingkan dengan Szczesny yang selalu menjadi cadangan di Arsenal,” ungkapnya.

“Ketika kita berbicara tentang kesalahan Buffon, kita juga harus berbicara tentang kesalahan De Light,” tukas mantanp pemain AC Milan dan AS Roma itu.

Juventus Gagal Teruskan Tren Sempurna di Kandang Sendiri

Memang akhir-akhir ini Juventus menjadi buah bibir kalangan pecinta sepak bola. Tak Cuma karena konfik internal result sgp yang terjadi antara Ronaldo dan Sarri, namun juga karena performanya. Juventus gagal melanjutkan tren sempurnanya di kandangnya sendiri tepatnya di Stadion Allianz. Setelah hanya bermain imbang melawan Sassuolo di laga Liga Italia.

Juventus juga harus puas dengan catatan 1 poin dari laga melawan Sassuolo setelah sempat unggul lewat sumbangan gol Leonardo Bonucci. Namun setelah itu, mereka malah kebobolan dengan 2 gol yang disumbangkan oleh Jeremie Boga dan Francesco Caputo.

Bianconeri pada akhirnya memastikan hasil serinya lewat gol penalty yang dipercayakan pada CR7 di menit ke-68. Dilansir dari CNN Indonesia juga, laga ini merupakan kali pertamanya bagi Juventus gagal menang di kandangnya sendiri dalam seluruh kompetisi yang dimainkannya di musim ini.

Kegagalan ini pasalnya juga membuat Juventus tergusur menuju ke posisi dua klasemen sementara di ajang Liga Italia karena Inter Milan menang melawan SIPAL pekan ini. Hasil ini juga menjadi hasil yang bersejarah untuk Sassulo. Hal ini dikarenakan ini kali pertama bagi Sassuolo mencuri poin di markas Juventus di laga Liga Italia ini.

Sassuolo juga mencatat hasil spektakuler seiring dengan keberhasilan mereka 2 kali membobol gawang Bianconeri. Sassuolo pun jadi tim ketiga yang mampu mencetak 2 gol ke gawang milik Juventus setelah sebelumnya hanya Atletico Madrid dan Napoli saja.

Kartu Merah Warnai Madura United vs Persebaya Surabaya

Lima gol akhirnya tercipta dalam laga Derbi Suramadu yang mempertemukan Madura United kontra Persebaya Surabaya yang berakhir untuk kemenangan tim tamu, skornya 2-3. Laga yang dilangsungkan di Gelora Bangkalan, Senin (2/12) ini sempat diwarnai dengan sejumlah kejadian yang tak terduga.

Kartu Merah Mewarnai Laga

Derbi Suramadu sendiri adalah laga lanjutan dari Liga 1 2019 pekan ke-30. Persebaya Surabaya sendiri unggul lebih dulu lewat gol David da Silva di babak pertamanya, tepatnya di menit ke-16. Termasuk gol yang masuk di awal babak.

Di babak kedua, kemudian Madura United sempat berbalik unggul. Mereka kemudian membuat 2 gol dari dua pemain yang berbeda yaitu Aleksander Rakic (di menit ke-52), dan juga pemain pengganti, Alberto Goncalves (di menit ke-59).

Lalu seolah tak mau ketinggalan, David da Silva kemudian toto sgp kembali lagi membuat gol. Dengan golnya itu, kemudian kedudukan mejadi sama dengan skor 2-2 di menit ke-88. Ifran Jaya pada akhirnya keluar sebagai pahlawan dengan menyarangkan gol kemenangannya untuk Persebaya Surabaya di menit ke-88.

Derbi Suramadu ini pasalnya sempat diwarnai dengan kartu merah yang diberikan sang wasit kepada Greg Nwokolo. Kartu merah itu diberikan pada penyerang Madura United tersebut karena melakukan protes keras yang dinilai tidak pantas.

Jalannya Pertandingan Madura United vs Persebaya Surabaya

Madura United dan juga Persebaya Surabaya pasalnya langsung menggencarkan serangan mereka di awal babak pertama. Persebaya pasalnya lebih banyak membangun serangan melalui sisi kirinya dalam 10 menit di awal pertandingan. Di menit ke-11, Diogo Campos membuat gretakan pada kipper Muhammad Ridho melalui tendangan bebas dari sisi kiri penyerangan Persebaya.

Tendangan Diogo Campos tersebut mengarah ke gawang langsung, namun bisa dihalau oleh Muhammad Ridho. Kemudian David da Silva berhasil membukukan keunggulan sementara setelah dirinya membuat gol di menit ke-16. Awalnya adalah blunder dari bek Madura. Alfath Fathier, yang mana kehilangan bola yang kemudian dicuri oleh Diogo.

Diogo langsung saja mengoper bola ke Rendi Irawan Saputra yang berada di tengah pada saat itu. Dua pemain belakang Madura akhirnya melawan tiga penyerang Persebaya itu. Rendi yang mana membawa bola kemudian memilih untuk menendangnya sendiri, namun masih bisa diblok oleh bek Ante Bakmaz.

Bola kemudian memantul ke armah kaki David da Silva. Dan tanpa pikir panjang kemudian ia menyontek bola dan sukses menyarangkan golnya. Madura United kemudian mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas tidak jauh dari kotak penalty Persebaya.

Diego Assis yang mana turun sebagai penendang masih belum berhasil juga karena tendangannya mengarah ke pagar hidup yang mana dibuat oleh Persebaya. Skor 1-0 kemudian untuk keunggulan Persebaya bertahan sampai istirahat antara babak pertama dan kedua.

Dengan kondisi yang bisa dikatakan tertinggal. Madura United pun bermain menekan di awal babak kedua. Serangan demi serangan diberikan dari sector kanan dan kiri dan digeber terus oleh Muhammad Ridho dkk. Akhirnya usahanya berbuah manis dengan gol dari Aleksander Rakic setelah memenangi duel dengan koper Miswah Saputra.

Semenjak skor imbang, permainan jadi makin panas. Akhirnya tuan rumah berhasil unggul di menit ke-60 setelah gol cantik pengganti dari Alberto Goncalves. Jelang menit ke-80, Greg Nwokolo diusir oleh wasit dengan kartu merah karena protes keras yang dilakukannya dianggap tak pantas. Dan akhirnya Madura United kebobolan 2 menit setelahnya.