Sosok Rossi dibongkar Pebalap-Pebalap MotoGP

Toni Elias, mantan pebalap MotoGP, menilai bahwa Valentino Rossi adalah sosok yang sangat kompetitif sehingga ia memiliki dendam pada pebalap lainnya yang mengalahkannya. Elias sampai dengan saat ini masih dimusuhi oleh pebalap yang dijuluki oleh The Doctor itu lantaran ajang MotoGP Portugal 2006. Sudah 14 tahun berlalu namun Rossi, menurutnya, masih menyimpan dendam padanya yang saat itu meraih kemenangan atas The Doctor dengan selisih hanya 0,002 detik saja.

Elias: Rossi Adalah Sosok Pendendam

Kekalahan Rossi dalam ajang MotoGP Portugal itu berpengaruh pada perebutan gelar juara MotoGP 2006 antara pebalap yang berasal dari Italia tersebut dengan Nicky Hayden. Di akhir musim kompetisinya, Hayden pasalnya memimpin dengan perolehan 252 poin atau unggul 5 poin di atas Rossi yang pada saat itu nenempati posisi kedua.

“Saya bertemu dengan Rossi di Austin (Amerika Serikat) setiap tahun dan menyadari dia masih mengingat momen itu. Dia tidak pernah memafkan saya. Itu mengerikan, tapi sudah waktunya melupakan dan berteman lagi. Namun itu tidak mungkin, dia tidak akan pernah memberi maaf,” katanya dilansir dari CNN Indonesia.

Kendati ia merasa bahwa tak mungkin baginya mendapatkan tempat di hati Rossi, ia tetap menyatakan bahwa kemenangan 14 tahun yang lalu tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga dala, karirnya sebagai seorang pebalap. Dalam karirnya di ajang MotoGP yang mana berlangsung 8 tahun, Elias memang Cuma sekali saja finis terdepan dan menempati podium teratas.

“Meraih kemenangan di balapan MotoGP itu penting. Namun meraih kemenangan semacam itu sungguh luar biasa, apalagi saya berduel dengan seseorang seperti Valentino Rossi,” unkapnya dikutip dari CNN Indonesia juga.

Ia menambahkan, “Itu merupakan kenangan yang amat indah dan bakal selalu membekas di hati saya.”

Morbidelli: Rossi Seperti Messi

Pebalap Petronas Yamaha, Franco Morbidelli pun membongkar sosok Rossi. Ia mengatakan bahwa ia banyak belajar dari dua pebalap dan salah satunya adalah Valentino Rossi. Pebalap jebolan akademi VR46 pertama yang mampu merebut gelar juara dunia Grand Prix saat menjadi juara Moto2 di musim 2017 ini ia mengaku berutang budi pada Rossi. Hal itu ia utarakan saat mengadakan wawancara dengan Monster Energy.

The Doctor dianggapnya sebagai sosok yang membuatnya percaya diri dan bisa memiliki prestasi di ajang balap motor lintastoto sampai dengan saat ini. “Jika pebalap seperti saya mempercayai saya, itu artinya ada bakat dalam diri saya yang tidak saya ketahui. Saya belajar banyak di Ranch bersama dengan Rossi, tak Cuma nasihat tapi juga dari cara dia bergerak dan membalap,” ungkapnya lagi.

Kemudian Morbidelli menyamakan Rossi dengan salah satu bintang sepak bola dunia dari klub Barcelona, Lionel Messi. “Anda Cuma perlu membayangkan sosok anak kecil yang bermain sepak bola dan berlatih tiap harinya dengan Lionel Messi. Saya kenal Rossi sejak saya 13 tahun. Awalnya saya senang, kemudian saya mulai memisahkan antara pebalap dengan teman. Saya belajar banyak dari dia,” imbuhnya.

“Dari Rossi si pebalap, saya belajar mencintai apa yang kami lakukan. Tidak hanya saat balapan, tapi juga latihan. Dari seorang teman, saya belajar menjadi orang yang sederhana, menambahkan nilai seseorang, bukan yang sebaliknya,” imbuhnya.

Ia juga mengaku sangat senang bisa kenal dan belajar banyak dari Rossi. Ia berharap semoga sosok Rossi terus menginspirasi.

Synopsis Film Judy, Kekelaman di Balik Gemerlapnya Hidup Judy Garland

Aktris Renee Zellweger berhasil meraih sejumlah penghargaan sebagai aktris terbaik karena penampilan apiknya di film biografi dengan judul Judy. Kalau anda belum menyaksikannya, ini lah sinposis film itu.

Synopsis Film Judy

Film ini dibuka dengan penampilan Judy saat ia berusia 14 tahun, ketika ia berperan sebagai Dorothy dalam The Wizard of Oz. di usianya yang masih belia itu, ia sudah harus menghadapi berbagai macam tekanan, dan salah satunya adalah dari eksekutif studio yang sering sekali membahas kelemahan fisik dari Judy.

Di umur yang begitu muda itu, ia juga mulai mengonsumsi obat dari salah satu kru studio dengan sebuah iming-iming mampu menekan nafsu dan bisa membantu dirinya bisa menjadi lebih baik. Film kemudian berlanjut ke Judy yang berusia 30 tahun. Judy di sana terlihat buruk, sangat buruk karena ia terlilit hutang dan tak memiliki tempat tinggal. Ia juga harus berjuang untuk mempertahankan hak asuh kedua anaknya.

Sampai pada suatu kesempatan, Judy Garland tiba di London untuk tur konser yang mana tiketnya sudah terjual habis di Talk of the Town. Dia namun masih harus berjuang dengan kondisi kesehatan togel online indonesia dan juga rangkaian tur konser yang mesti dilakukannya. Tak Cuma itu, ia juga harus menghadapi konflik dengan tim manajemennya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Pertama kali Judy tayang di Telluride Film Festival pada tanggal 30 Agustus 2019. Dan film tersebut baru rilis di Amerika secara menyeluruh pada tanggal 27 September 2019. Film ini pasalnya mampu mendapatkan respons yang baik dari kritikus film.

Film Judy ini juga disebut jadi penampilan terbaik dari Renee Zellweger. Kemampuan aktingnya dalam film ini menghasilkan beberapa penghargaan misalnya Academy Award, Screen Actor Guild (ASG), Golden Globe Award, dan juga British Academy Film Award.

Renee Zellweger Berperan Apik Sebagai Judy Garland

Renee Zellweger memang sudah lama tidak malang melintang di kancah perfilman. Di film terbarunya ini, ia memerankan sosok aktris klasik Hollywood yang sangat terkenal pada zamannya itu. Selain terkenal dengan filmnya The Wizard of Oz (1939), Judy juga terkenal dengan film A Star is Born(1954).

Kehidupan selebriti yang mana sangat glamor itu ditampilkan dalam trailer-nya. Walaupun Judy hidup dalam dunia yang mewah, glamor dan gemerlap, juga maju dalam hal karir, di sisi lain ada banyak kekurangan dan kisah pahit di dalamnya. Sudah banyak terdengar bahwa Judy kerap mengalami kisah tragis. Akan tetapi film yang dibuat oleh Rupert Gold ini nampaknya lebih mengeksplorasi sisi perjuangan karir seorang Judy Garland. Tak Cuma itu, sosok sebagai seorang ibu pun akan ditampilkan daripada menampilkan kisah tragisnya.

Mungkin tak banyak generasi sekarnag yang tahu tentang sosok Judy. Ia sejak kecil sudah jadi ‘boneka’ bagi ibunya yang kelewat ambisius. Ia juga merupakan bayi yang gagal aborsi. Ia sejak kecil sudah dipaksa naik panggung oleh sang ibu. Hal ini menjadikannya menjadi anak kecil yang tak sebagaimana pada umumnya.

Ia jadi sarana investasi bagi ibunya sehingga ia tak bisa bermain bebas layaknya anak-anak lain. Ia juga datang dari keluarga broken home di mana kehidupan rumah tangga orang tuanya bermasalah. Ia juga dikabarkan dipaksa menjalani diet guna memodifikasi tubuhnya agar terlihat seperti anak-anak saat menjalani kontrak dengan MGM.